Click here for Myspace Layouts

Kamis, 29 November 2012

Untuk Kebahagiaan Sahabatku

                Cerita ini bercerita tentang pengorbanan seorang sahabat demi kebahagiaan sahabatnya. Kisah ini berawal terdapat dua orang  yang sangat dekat. Mereka bersahabat  saat mereka masih di bangku kelas 4 SD hingga mereka di SMA kedekatan mereka masih terjalin. Dua sahabat itu adalah Putri dan Ari.
            Mereka sangatlah dekat setiap ada Ari disitu pula ada Putri. Pulang dan pergi sekolah mereka pun bersama meski rumah mereka tidak berdekatan. Setiap yang dilakukan salah satunya, yang satunya pun ikut. Namun Putri orangnya sedikit tertutup meskipun mereka bersahabat sudah lama tapi Putri belum sepenuhnya percaya kepada Ari, sedangkan Ari berbeda. Ia sangatlah percaya kepada Putri dan Ari orangnya terbuka. Setiap masalah yang dialami Ari, ia selalu menceritakannya kepada Putri dan Putri senantiasa mendengar dan memberikannya saran. Putri sangat menyayangi  sahabatnya itu dan ia sangat bersyukur karena mempunyai sahabat seperti Ari.
            Suatu hari Putri dekat dengan seorang pria yang tidak lain teman sekelas mereka sendiri yaitu Tomi. Setiap hari mereka saling berkomunikasi tetapi Putri tidak menceritakannya kepada Ari. Komunikasi yang terjalin antara Putri dan Tomi terjadi karena Putri kesepian lantaran Ari sibuk dengan pacar barunya, ia pun jarang bersama Putri. Namun Putri tidak menghiraukan itu.
Kedekatan Putri dan Tomi terus berjalan. Hingga putri tidak sadar karena keseringan mereka berkomunikasi, ternyata Putri menyimpan perasaan terhadap Tomi. Entah karena dengan adanya Tomi, Putri tidak merasa kesepian lagi dengan sifatnya yang humoris, ceria dan orangnya sangatlah care maka tumbuhlah perasaan Putri itu. Tak satu hari pun dilalui Putri tanpa berkomunikasi dengan Tomi meski di kehidupan nyata Putri dan Tomi seperti tidak  saling kenal. Mereka tidak pernah menyapa apalagi berbicara. Mereka hanya akrab di handphone saja.
            Suatu malam Putri kaget dengan kedatangan Ari ke rumahnya karena Ari datang tiba – tiba dengan mata yang berkaca – kaca. Ternyata Ari putus dengan pacarnya. Putri pun mulai menenangkan Ari dan menghiburnya. Setelah mereka kembali bersama – sama Putri tidak menceritakan yang dirasakannya terhadap Tomi.
Setelah Ari merasa baikan, mereka berdua pun pergi untuk makan bersama. Namun Putri tidak sengaja melihat handphone Ari tenyat a Ari juga sering berkomunikasi dengan Tomi. Alangkah kagetnya Putri dengan apa yang dilihatnya. Setelah pulang dari makan bersama, Putri terpikirkan dengan Ari yang juga sering berkomunikasi dengan Tomi. Ia tidak tahu apa yang dia rasakan, ia kesal namun ia tahu ia tidak harus begitu karena Tomi bukanlah siapa – siapanya apalagi Ari itu sahabatnya.
Kekesalan Putri meredah saat ia menerima sms dari Tomi yang isinya “ Put, Aku bisa minta tolong? “. Putri pun bertanya – tanya dan ia langsung membalasnya “ Bisa, Apa? “. Beberapa detik handphone Putri pun berbunyi. Alangkah kagetnya Putri membaca sms dari Tomi, hatinya sangat sakit. Ia tidak menyangka ternyata Tomi meminta tolong untuk mencomblangkannya dengan Ari yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri. Kesedihan Putri belum usai, tiba – tiba sms Ari pun masuk di handphonenya. Hati Putri makin sakit karena Ari menceritakan bahwa ia sedang dekat dengan seorang pria yang tidak lain adalah Tomi dan Ari meminta pendapat Putri tentang Tomi.
            Putri tidak tahu apa yang ia lakukan, ia mencintai Tomi tapi di lain sisi sahabatnya juga mencintainya. Ia pun berpikir untuk sementara waktu. Putri pun memutuskan untuk membantu Tomi untuk mendekati Ari meskipun hatinya sakit namun ia tidak tega memisahkan 2 orang yang saling mencintai apalagi keduanya orang yang sangat Putri sayangi.
            Putri pun membantu Tomi untuk mendekati Ari hingga akhirnya Tomi dan Ari bersatu. Putri hanya bisa bersabar dan mecoba menghilangkan perasaannya itu terhadap Tomi dan tanpa Ari tahu perasaannya yang sebenarnya terhadap Tomi karena Putri sangat menyayangi sahabatnya itu. Setelah itu, persahabatan Ari dan Putri pun tetap terjalin hingga mereka dewasa dan sampai saat itu Putri tidak pernah menceritakan dengan apa yang dia rasakan dahulu.

Penulis :
Eka Tri Saputri

1 komentar: