Penyesalan Dan Kekhawatiran
Pagi itu udara
terasa dingin. Jam sudah menunjukkan pukul 05.30 tetapi Lishya belum juga
terbangun dari tidurnya. Tak lama kemudian terdengar suara ketukan dari pintu
kamar Lishya. “Kakak..kakak.. bangun kak hari sudah pagi nanti kakak telat loh
!” kata Yoona adek perempuan Lishya. ”Iya..iya dek kakak bangun” kata Lishya
sambil melihat jam weker yang ada disampingnya. “Ya ampun !!! sekarang sudah
jam 05.45 aku bangunnya telat nih” gerutunya dalam hati sambil membersihkan kamar
tidurnya dan segera menuju ke Kamar Mandi.
Setelah beberapa saat ia pun
keluar dari Kamar Mandi dan bergegas mengenakan seragam putih abu-abu. Lishya
pun tak sempat sarapan karena tak lama setelah ia mengenakan seragamnya,mobil
yang ditumpanginya bersama teman-temannya sudah datang. “Huuuuuft ini nih
akibatnya tidur agak larut malam” gerutunya sambil naik kedalam mobil, dan
duduk disamping Mira. “Ada apa Lish kamu kok ngomel-ngomel gitu?” tanya Mira
yang merupakan sahabat Lishya sejak SMP. “Iya nih mir, Aku kesal karena
bangunnya telat”. Kata Lishya. “Loh memangnya semalam kamu ngapain aja Lish,
kok bangunnya bisa telat sih?” Tanya Mira lagi. “Iya Mir semalam itu aku lagi
belajar buat persiapan Ulangan Geografi besok” katanya lirih. “Kenapa kamu
belajarnya gak sore aja Lish?” Tanya Mira. “Aku lagi On Line Mir disore
harinya, lagi pula aku pikir materi Geografi gak banyak, setelah aku buka Modul
Geografi ternyata materinya sangat banyak”, makanya Aku belajar sampai larut
malam”. “Hmmm pantesan aja kamu bangunnya telat, orang kamu tidurnya larut
malam. Lain kali kalo mau belajar sebaiknya disore hari Lish kan lebih nyaman”,
kata Mira. “Lishya hanya tersenyum mendengar nasihat sahabatnya itu”.
Ditengah
perjalanan mobil yang mereka kami bannya kempes. “Hmmm nasib-nasib bangunnya
telat eeh pake acara ban mobil kempes segala lagi”, untungnya ada ban cadangan
jadi gak perlu kebengkel. “Ya ampun hari ini kan hari selasa” kata Lishya. “Ada
apa dengan hari ini Lish?” Tanya Mira penasaran. “Hari ini jam pertama ke-dua pelajaran
Bahasa Indonesia Mir, Aku gak mau telat”. “Kita semua juga gak mau telat Lish,
kata Mira.
Tak lama
kemudian bannya pun sudah diganti oleh Pak Sopir. Jam sudah menunjukkan pukul
07.45, Setelah beberapa saat kemudian kami pun telah sampai dihalaman sekolah.
Lishya bergegas menuju ke kelas.
“Tok.. tok.. tok..Assalamualaikum.. “
“Waalaikumsalam, sahut ibu Jessica serta teman-teman lainnya.
“Silahkan masuk”, kata ibu Jessica guru Mata Pelajaran Bahasa
Indonesia dikelas kami.
Lishya segera
masuk kedalam kelas dan memberi alasan tentang
keterlambatannya. “Maaf Bu saya terlambat” kata Lishya pelan. Bu Jessica
hanya tersenyum dan menyuruhku untuk duduk. Perasaan kekhawatiran masih
tersimpan dibenakku, Dipikiranku hanya ada rasa penyesalan dan Kekhawatiran. Aku
tidak mau diberi nilai sikap yang kurang baik oleh setiap Guru Bidang Study,
begitu pun dengan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Aku pun terus memikirkan hal
itu sampai akhirnya aku melamun dan tidak menghiraukan materi Pelajaran Bahasa
Indonesia yang disampaikan oleh Bu Jessica. Bu Jessica mengerti dengan bahasa
tubuhku. Setelah jam pelajaran Bahasa Indonesia selesai, Bu Jessica memanggil
dan menasihatiku. “Kenapa tadi belajarnya tidak konsen? Ibu tau apa yang sedang
kamu pikirkan.
Aku hanya
terdiam, dan tiba-tiba aku meneteskan air mata. “Ibu tau kalo kamu selama ini
tidak pernah terlambat di Mata Pelajaran ibu, Ibu tidak mungkin memberikan
nilai sikap yang kurang baik kepada kamu nak” ujar Ibu Jessica kepadaku. “Iya
Bu”, aku hanya tersenyum sambil mengusap wajahku. Ia menyesali perbuatannya
karena telah membuang waktunya dengan sia-sia dan lebih memilih On Line dari
pada belajar. Setelah kejadian itu Lishya pun tak pernah terlambat lagi.
Penulis :
Nur Fadhilah








0 komentar:
Posting Komentar