Click here for Myspace Layouts

Kamis, 29 November 2012

Penyesalan dan Kekhawatiran

Penyesalan Dan Kekhawatiran

Pagi itu udara terasa dingin. Jam sudah menunjukkan pukul 05.30 tetapi Lishya belum juga terbangun dari tidurnya. Tak lama kemudian terdengar suara ketukan dari pintu kamar Lishya. “Kakak..kakak.. bangun kak hari sudah pagi nanti kakak telat loh !” kata Yoona adek perempuan Lishya. ”Iya..iya dek kakak bangun” kata Lishya sambil melihat jam weker yang ada disampingnya. “Ya ampun !!! sekarang sudah jam 05.45 aku bangunnya telat nih” gerutunya dalam hati sambil membersihkan kamar tidurnya dan segera menuju ke Kamar Mandi.


Setelah beberapa saat ia pun keluar dari Kamar Mandi dan bergegas mengenakan seragam putih abu-abu. Lishya pun tak sempat sarapan karena tak lama setelah ia mengenakan seragamnya,mobil yang ditumpanginya bersama teman-temannya sudah datang. “Huuuuuft ini nih akibatnya tidur agak larut malam” gerutunya sambil naik kedalam mobil, dan duduk disamping Mira. “Ada apa Lish kamu kok ngomel-ngomel gitu?” tanya Mira yang merupakan sahabat Lishya sejak SMP. “Iya nih mir, Aku kesal karena bangunnya telat”. Kata Lishya. “Loh memangnya semalam kamu ngapain aja Lish, kok bangunnya bisa telat sih?” Tanya Mira lagi. “Iya Mir semalam itu aku lagi belajar buat persiapan Ulangan Geografi besok” katanya lirih. “Kenapa kamu belajarnya gak sore aja Lish?” Tanya Mira. “Aku lagi On Line Mir disore harinya, lagi pula aku pikir materi Geografi gak banyak, setelah aku buka Modul Geografi ternyata materinya sangat banyak”, makanya Aku belajar sampai larut malam”. “Hmmm pantesan aja kamu bangunnya telat, orang kamu tidurnya larut malam. Lain kali kalo mau belajar sebaiknya disore hari Lish kan lebih nyaman”, kata Mira. “Lishya hanya tersenyum mendengar nasihat sahabatnya itu”.
Ditengah perjalanan mobil yang mereka kami bannya kempes. “Hmmm nasib-nasib bangunnya telat eeh pake acara ban mobil kempes segala lagi”, untungnya ada ban cadangan jadi gak perlu kebengkel. “Ya ampun hari ini kan hari selasa” kata Lishya. “Ada apa dengan hari ini Lish?” Tanya Mira penasaran. “Hari ini jam pertama ke-dua pelajaran Bahasa Indonesia Mir, Aku gak mau telat”. “Kita semua juga gak mau telat Lish, kata Mira.
Tak lama kemudian bannya pun sudah diganti oleh Pak Sopir. Jam sudah menunjukkan pukul 07.45, Setelah beberapa saat kemudian kami pun telah sampai dihalaman sekolah. Lishya bergegas menuju ke kelas.
“Tok.. tok.. tok..Assalamualaikum.. “
“Waalaikumsalam, sahut ibu Jessica serta teman-teman lainnya.
“Silahkan masuk”, kata ibu Jessica guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dikelas kami.
Lishya segera masuk kedalam kelas dan memberi alasan tentang  keterlambatannya. “Maaf Bu saya terlambat” kata Lishya pelan. Bu Jessica hanya tersenyum dan menyuruhku untuk duduk. Perasaan kekhawatiran masih tersimpan dibenakku, Dipikiranku hanya ada rasa penyesalan dan Kekhawatiran. Aku tidak mau diberi nilai sikap yang kurang baik oleh setiap Guru Bidang Study, begitu pun dengan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. Aku pun terus memikirkan hal itu sampai akhirnya aku melamun dan tidak menghiraukan materi Pelajaran Bahasa Indonesia yang disampaikan oleh Bu Jessica. Bu Jessica mengerti dengan bahasa tubuhku. Setelah jam pelajaran Bahasa Indonesia selesai, Bu Jessica memanggil dan menasihatiku. “Kenapa tadi belajarnya tidak konsen? Ibu tau apa yang sedang kamu pikirkan.
Aku hanya terdiam, dan tiba-tiba aku meneteskan air mata. “Ibu tau kalo kamu selama ini tidak pernah terlambat di Mata Pelajaran ibu, Ibu tidak mungkin memberikan nilai sikap yang kurang baik kepada kamu nak” ujar Ibu Jessica kepadaku. “Iya Bu”, aku hanya tersenyum sambil mengusap wajahku. Ia menyesali perbuatannya karena telah membuang waktunya dengan sia-sia dan lebih memilih On Line dari pada belajar. Setelah kejadian itu Lishya pun tak pernah terlambat lagi.

Penulis :
Nur Fadhilah

 

0 komentar:

Posting Komentar